Metode Pembelajaran Berbasis Pengalaman
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kombinasi metode drill, oral learning, dan Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan teori David A. Kolb.
Melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, Luky menemukan bahwa pendekatan experiential learning mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran secara signifikan, terutama dalam membentuk kompetensi musikal, kedisiplinan, dan kesiapan kerja peserta didik di jurusan karawitan.
Sistem Evaluasi Berjenjang dan Uji Kompetensi
Salah satu temuan utama adalah penerapan sistem evaluasi berjenjang melalui:
- Uji leveling di kelas X dan XI
- Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kelas XII semester I
- Uji Kompetensi Keahlian (UKK) melalui pementasan di kelas XII semester II
Model ini diperkuat dengan sistem moving class dan spesialisasi instrumen, sehingga peserta didik dapat fokus mendalami praktik menabuh kendang Sunda secara profesional.
“Pementasan bukan sekadar ujian, tetapi menjadi bagian integral dari proses pembelajaran itu sendiri,” ungkap Luky dalam penelitiannya.

Teknologi dan Inovasi Pembelajaran
Di tengah keterbatasan alat, inovasi digital seperti aplikasi Real Kendang menjadi solusi efektif. Peserta didik tetap dapat berlatih secara mandiri di luar jam sekolah tanpa kehilangan kualitas pembelajaran.
Dukungan sarana Tempat Uji Kompetensi (TUK) juga menjadi faktor penting dalam memastikan standar praktik tetap sesuai kebutuhan industri seni karawitan.





