BERITA PADJAJARAN – Inovasi pendidikan seni kembali lahir dari Institut Seni Budaya Indonesia Bandung. Melalui sidang tesis tahun 2026, Luky Lukman Abdillah dari Program Studi Pendidikan Seni, Angkatan 1 Pascasarjana ISBI Bandung sukses meraih predikat cumlaude lewat riset berjudul “Evaluasi Pembelajaran Tepak Kendang Khas Kasumedangan melalui Pementasan Uji Kompetensi di Jurusan Karawitan SMKN 1 Sumedang.”
Penelitian ini dibimbing oleh Pembimbing 1: Dr. Asep Ganjar Wiresna, M.Sn. dan Pembimbing 2: Dr. Otin Martini, M.Pd., serta berlangsung di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Retno Dwimarwati, S.Sen., M.Hum., dengan dukungan Direktur Pendidikan Seni Prof. Dr. Jaeni, S.Sn., M.Si dan Wakil Direktur Dr. Mohamad Zaini Alif, S.Sn., M.Ds.
Penelitian ini mengupas secara komprehensif bagaimana pembelajaran kendang Sunda tidak hanya menjadi proses akademik, tetapi juga terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri sekaligus pelestarian budaya lokal.
Integrasi Kurikulum dan Dunia Industri
Luky menyoroti bahwa pembelajaran di SMKN 1 Sumedang telah mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang menuntut keterhubungan erat dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
Tak hanya itu, ekosistem pembelajaran diperkuat melalui kemitraan dengan sanggar seni, padepokan seni, hingga pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menjadikan Sumedang sebagai puseur budaya Sunda.




